Sabtu, 25 Maret 2017

Tulisan yang Merindu Jawaban

Teruntuk diriku yang entah dimana, pun entah kapan kau akan membaca tulisan ini. aku bisikkan sepercik cerita bagaimana kondisimu saat ini. Bagaimana kau sedang berada dalam pemikiran yang tak kunjung reda. Hal yang entah apa berputar-putar di kepalamu ini. Jika kau mau membantu, datanglah kemari saat kau berada di rumah tua dengan biaya 2 juta tiap tahunnya yang mesti kau keluarkan untuk membayar sewa. Datanglah kemari saat kau berada dalam kondisi tak dapat berbuat apa-apa. Datanglah dan hiburlah dirimu ini. 
Tapi tunggu sebentar, keegoisanmu ini mulai terlihat bukan. Antusiasmu ini mengalahkan nalar dan mencerminkan betapa frustasinya kau dalam menjalani hidup ini. mestinya aku menanyai dulu apa kabarmu. Bagaimana kondisimu? Pantaskah aku meminta bantuanmu saat aku tak mengetahui kondisimu yang tak diketahui apakah kau hidup bahagia, mapan, dan penuh kebahagiaan? Atau malah kau dalam keadaan yang tak dapat tersebutkan karena begitu merintihnya kondisimu.
Maafku atas segala kelancangan yang aku perbuat. Mestinya aku lebih mengerti dan memahami yang terjadi. Aku lah yang seharusnya menghibur dirimu entah dalam keadan seperti apa dirimu. Bagaimanapun akulah yang akan menentukan kondisimu pada akhirnya. Maka satu hal yang akan aku katakan padamu. Entah kapan kau akan membaca dan menemukan tulisan ini, bahkan dalam kondisimu yang sekarang kau harus membalasnya suatu saat nanti. Entah ucapan terima kasih atau malah cacian karena seperti yang sudah aku katakan, akulah yang menentukan kondisimu. Maka akan aku tunggu balasanmu suatu saat nanti. Aku akan terima segala yang akan kau berikan padaku, karena bagiku pujian atau makian aku akan bahagia setidaknya kita masih bisa saling menyapa tanpa saling melupakan dan meninggalkan meski kita penuh dendam dan dendam.
Yang terjelas untukmu di masa yang entah kapan, aku akan mempersembahkan yang terbaik. Apabila itu berhasil, aku tidak ingin hadiah. Yang aku ingin kau harus tetap mengingatku. Mengingat betapa berat hidup yang kau jalani saat ini (aku). Tapi aku tidak ingin mengeluh padamu karena aku yakin aku adalah perempuan terkuat di dunia ini. jika kau tidak terima dengan pernyataanku, maka buktikanlah kau bisa menandingi kekuatanku. Tunjukkan....
Selamat dan salam untukku di masa yang entah kapan. Aku bangga padamu dan peduli padamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih

 apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas ke...