Teruntuk diriku yang entah dimana, pun entah kapan kau akan
membaca tulisan ini. aku bisikkan sepercik cerita bagaimana kondisimu saat ini.
Bagaimana kau sedang berada dalam pemikiran yang tak kunjung reda. Hal yang
entah apa berputar-putar di kepalamu ini. Jika kau mau membantu, datanglah
kemari saat kau berada di rumah tua dengan biaya 2 juta tiap tahunnya yang mesti
kau keluarkan untuk membayar sewa. Datanglah kemari saat kau berada dalam
kondisi tak dapat berbuat apa-apa. Datanglah dan hiburlah dirimu ini.
Tapi
tunggu sebentar, keegoisanmu ini mulai terlihat bukan. Antusiasmu ini mengalahkan
nalar dan mencerminkan betapa frustasinya kau dalam menjalani hidup ini.
mestinya aku menanyai dulu apa kabarmu. Bagaimana kondisimu? Pantaskah aku
meminta bantuanmu saat aku tak mengetahui kondisimu yang tak diketahui apakah
kau hidup bahagia, mapan, dan penuh kebahagiaan? Atau malah kau dalam keadaan
yang tak dapat tersebutkan karena begitu merintihnya kondisimu.
Maafku atas segala kelancangan yang aku perbuat. Mestinya
aku lebih mengerti dan memahami yang terjadi. Aku lah yang seharusnya menghibur
dirimu entah dalam keadan seperti apa dirimu. Bagaimanapun akulah yang akan
menentukan kondisimu pada akhirnya. Maka satu hal yang akan aku katakan padamu.
Entah kapan kau akan membaca dan menemukan tulisan ini, bahkan dalam kondisimu
yang sekarang kau harus membalasnya suatu saat nanti. Entah ucapan terima kasih
atau malah cacian karena seperti yang sudah aku katakan, akulah yang menentukan
kondisimu. Maka akan aku tunggu balasanmu suatu saat nanti. Aku akan terima
segala yang akan kau berikan padaku, karena bagiku pujian atau makian aku akan
bahagia setidaknya kita masih bisa saling menyapa tanpa saling melupakan dan
meninggalkan meski kita penuh dendam dan dendam.
Yang terjelas untukmu di masa yang entah kapan, aku akan
mempersembahkan yang terbaik. Apabila itu berhasil, aku tidak ingin hadiah.
Yang aku ingin kau harus tetap mengingatku. Mengingat betapa berat hidup yang
kau jalani saat ini (aku). Tapi aku tidak ingin mengeluh padamu karena aku
yakin aku adalah perempuan terkuat di dunia ini. jika kau tidak terima dengan
pernyataanku, maka buktikanlah kau bisa menandingi kekuatanku. Tunjukkan....
Selamat dan salam untukku di masa yang entah kapan. Aku
bangga padamu dan peduli padamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih