Rabu, 15 November 2017

Cinta Dalam Diam

Nyatanya dalam hal mencintai adalah hal unik. Unik karena banyak rasa didalamnya tapi rela melakukan semua itu. Rela merasakan sakit, senang, galau, dsb. Rela hujan, panas, gerimis, pun badai. Rela sakit hati, emosi, juga bungah. Rela berlari, merangkak, bahkan terjatuh. Rela menyanyi meski suara sumbang ajaibnya terdengar indah. Rela berteriak, berbisik, pun rela berpuisi.

Cinta merubah pribadi yang biasa menjadi luar biasa. Pribadi pendiam menjadi periang, tapi pun sebaliknya. Pribadi yang cuek menjadi perhatian, pun sebaliknya. Sesungguhny Dia yang ahli dalam membolak-balikkan hati, maka semua itu tidak aneh terjadi.

Seperti yang kupelajari dari sebuah cerita cinta. Karena banyak cinta yang bisa aku kelompokan setelah bertemu dengan berbagai orang dengan cerita dan pengalaman cintanya.
Cinta dalam diam

Nyatanya tidak sedikit orang memiliki cinta jenis ini. Jenis yang sangat sering terjadi pada kaum perempuan. Kaum yang katanya nasibnya hanya bisa menunggu tanpa bisa menyatakan terlebih dulu. Menunggu yang tidak pasti, memendah rasa sepihak tanpa tahu kapan menjadi belah-pihak. Karena diam itu tidak tersampaikan maka tidak terucap, hanya tersalurkan dari do'a atau tulisan atau jika sudah tidak sangguh lari ke sahabat atau teman dekat. Kalau seperti kids jaman now ada cara lain agar selalu terhubung dengan dia yang cintanya diam dalam hati, seperti dengan membuat stasus "kode", membuat story, atau sekedar melihat story atau segala feeds medsos doi. Bahkan jika sudah mentok "yang penting dia melihat story ku jadi dia masih sadar aku masih ada di dunia ini". Atau kegirangan karena story nya akhirnya dilihat doi, padahal bisa jadi semua story yang ada dilihat tanpa ada pengecualian atau spesialisasi.
Baiknya kids yang seperti itu, bukan yang nekat melakukan hal yang terlewat batas.

Jika ada yang menyangkal bukan hany perempuan saja, tapi ada lelaki seperti itu pula. Maka aku mengatakan ke dia adalah lelaki yang tidak berjuang. Mereka memiliki modal yang tidak dimiliki perempuan, yang tak bisa mengambil kendali dari awal. Sudahlah, bahasanku nantinya akan terlalu lebar.

Terlepas mengapa perempuan memilih jenis cinta ini, lagi-lagi karena cinta memiliki ramuan yang bisa membut kita memiliki berjuta alasan. Sekarang hanya ingin menyebutkan beberapa rasa memiliki jenis cinta ini. Setelah beberapa yang sudah disebutkan di atas, ada lagi seperti hanya bisa mengikuti kuotes yang menguatkan hati. Atau terkadang takut-takut membisikan nama dalam sela-sela doa agar hatinya ditujukan kepadanya.

Tapi apa daya, jika lelaki tidak sadar akan perempuan yg memiliki jenis cinta ini. Faktanya jika si perempun keukeuh dengan rasanya dan lelaki tidak menuju hatinya dan ada hati lain yang dituju. Si pemilik cinta dalam diam hanya menambah rasa sakit dari rindu yang sudah tertumpuk lama. Jika ada cara mengungkapkannya pasti akan dicari para penggemar cinta dalam diam. Kecewa, sedih, sakit, karena selama ini menyimpan hati memelihara perasaan yang tk pasti dan benar terjadi. Menangispun tak terlihat, sakit pun tk mungkin dia tahu karena memang dari awal memilih dalam diam.

Hanya saja jika si lelaki tahu betapa berjuangnya si perempuan. Memendam rindu, memperhatikan dalam jauh, tersenyum untuk senyum dan bahagiamu, bahkan menangis atas sedihmu tanpa kamu tahu. Tekadang jika sudah tidak mampu, hanya membisikan pada angin agar menerbangkan kata rindu agar sampai padamu. Menyampaikan pada langit, bulan, bintang atau hal yang tak masuk akal lainnya. Mempuisikan kata sebagai ungkapan rasa alih-alih kamu akan mengetahui dengn analisismu tapi itu tak masuk akal. Memimpikan adalah anugrah yang dirasa pertanda (tak masuk akal). Keaktifanmu di medsos dikiranya adalah cara kamu mengabarinya (pikiran tak waras). Atau terkadang hanya lewat di kota tempat tinggalmu menjadi lebih dramatis dan sensitif. Dan banyak lagi, tapi bagiku yang terbesar jika si perempuan sudah berani menyampaikn nama si lelaki dalam sujudnya. Bagiku ini sudah dalam puncak rasa.

Bertolak dari semua itu, jika feeds yang membuatnya tahu kabarmu menyatakan bahwa hatimu ternyata tertuju pada hati yang lain adalah badai bagi si perempuan. Sakitnya melebihi apa yang dirasakan selama ini. Membuat sakit dan bahkan sulit untuk bernapas. Tidak melebihkan, namun seketika hanya ingin menepuk dada karena sakitnya tak terhindar. Merasakan apa yang dilalui selama ini terjawab yaitu sia-sia. Bayangan yang selama ini masih memiliki harapan atas do'a sirna. Diam kini memang diam bahkan mati dan selesai.
Benar "cinta memberi kekuatan"
Salah "cinta akan berujung bahagia"

Setelah sakit yang sedemikian rupa anehnya...

Benar

"cinta akan rela melepaskan demi dia yang dicintainya"

Karena perempuan tak egois. Karena yang dipilihnya diam, yang dari awal memiliki risiko tersendiri. Dan jika benar terjadi maka yang harus dilakukan adalah menyelesaikan apa yang sudah dilakukan yaitu merelakan. Maka jika sudah berujung seperti itu maka memulai sendiri jadi menyembuhkan sendiri. Yang ada adalah jika ini bahagia untukmu maka aku rela. Aku bahagia jika kau bahagia.
Ada memang yang tak setuju tapi bagiku pribadi benar pernyataan tersebut. Bagiku ketulusan cinta ada disitu. Setulusnya cinta adalah tidak memaksakan perasaan atas rasanya. Buka pasrah tapi tulus. Karena bahagia seseorang bukan karena dipaksa atau memaksa untuk mencintai.

Jadi, cinta dalam diam yang dapat aku simpulkan ialah nitiri tresno. Atau mendampingi cinta.

Nb: ini adalah pandangan dari sisi perempuan. Jika memang ada yang tidak setuju silah saja, karena jelas sudut pandang itu berbeda setiap orang. 😁

 apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas ke...