Agustus dua tahun terakhir. Menjadi bulan tanpa pengharapan. Begitu juga dengan tahun ini.
Sepertinya aku bukan lagi sahabat Agustus. Padahal dua tahun sebelumnya tahun ini Agustus selalu menjadi bulan yg paling dinanti-nanti dan menjadi tolak ukur sebuah pencapaian dan pengharapan baru. Manjadi motivasi untuk hal yang lebih baik lagi.
Tahun ini, akan jadi tahun dimana aku memang harus mengubur harapanku. Harapan yg sejak dulu aku idam-idamkan. Harapan dimana aku bisa hidup tenang dan bahagia.
bahagia memang harus berawal dari dalam diri, tapi bagaimana jika diri sudah terlalu sering dihancurkan oleh lingkungan dan keadaan.