Senin, 08 Juni 2020

Malam,

Kepada
Para Hati yang letih
Bintang yang berpendar
Bulan yang berbinar

Kepada para asa yang mulai susut

Angin malam ini begitu dingin
Gelap pun begitu erat memeluk

di tengah ruang seorang gadis masih saja memenenangkan diri
mencoba berpikir semua masih akan baik-baik saja
meski jalannya remang
menerka? tidak! Ia linglung akan jalan yang sedang dia lalui
tidak ada keyakinan

hanya usaha agar hati dan perasaannya tenang
setidaknya menjaga agar semua tampak baik
demi dirinya
untuk apa?

supaya semua terlihat normal dan seperti orang lain

mencoba meyakinkan bahwa yang dilihat orang adalah sebuah hal yang baik
entah yang sebenarnya

gadis itu benar-benar tidak tahu apa yang telah, sedang, dan akan terjadi

gadis itu tak tegas,
bingung
entah percaya mana yang dia pegang

setidaknya sementara saja tenang,

berharap dan mencoba untuk menguatkan diri
bertahan agar ada yang akan menyelamatkannya
padahal tidak lain adalah dirinya sendiri

apakah salah untuk berharap?
setidaknya agar dia tak seremang ini di dalam sebuah kebimbangan
meskipun memang harus dia sendiri yang mencari jalan keluar

tapi, salahkah untuk perlu bantuan?
bukankah itu bisa saja?
biarkan mengharapkan sebuah dongeng menjadi kenyataan?
tidak ada hal yang tidak mungkin, bukan?
maka begitulah tujuan dongeng diperdengarkan
apakah hanya sekedar untuk menjadi penghibur
Terlalu lucu,

untuk sebuah peluang,
maka bisa jadi. meski jarang

biarkan gadis itu dalam harap yang bisa membuat ia tetap hidup.

Malam,
peluk erat gadis itu,
jauhkan dari putusnya asa,
hapus letih hatinya, bawalah bersama angin segarmu 
biarkan bintang dan bulan bersamanya
peluk erat ia dalam mimpi yang indah
usirlah harap yang tak bernilai bersama pekatnya malam
dan ijinkan ia bersahabat dengan esok hari
sampai akhirnya kembali bertemu denganmu.

 apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas ke...