Karena faktanya memang sulit untuk mengatakan bahwa diri ini tak berdaya apabila sendiri. Tapi perkara jiwa menolak dan memberontak berbeda lagi. Pun nyatanya tak sulit mengatakan segala kesempurnaanmu itu kau kamu miliki. Namun, apalah arti kalau memang aku tak peduli. Kisah kita banyak, masalahku, -mu, - kita, dan - semuanya tidak sedikit. Ada rasa tenang dan senang tapi sedikit pudar atas berontak jiwa terdiskriminasi. Gejolak logika dan untaian emosi pun hati yang jujur pasti ada mengamuk dan menuding-nuding siapa yang salah dan berhak menjadi korban. Bukan, bukan masalah hati yang menjijikan melainkan masalah hati yang mencoba mencari keadilan atas kesewenang-wenangan.
Nilamu, sifat, pun karakter aku tau tapi sangat jelas tergambar dalam diriku maka dari itu ku ambil langkah seperti ini. Nyaman dan tenang, serta senang sedikit rasanya jika sudah tereliminasi oleh negatifmu menurutku dan membuatku lebih baik untuk mundur. Hey bung, sungguh orang-orang menilaimu sangat picik dan aku ingin merubah semua itu. Ingin aku membuat slide untuk menggambarkan dan membuat mereka menarik kata-kata buruk terhadapmu serta penilaianmu yang bak tuduhan tak beraga. Sungguh aku percaya kepadamu, tapi sungguh mengapa dengan begitu gampangnya semua terpacah-belah tanpa sebab pasti. Rasanya saat aku memutar logika nampak aku harus berdiri di sisi sebaliknya. Aku harus berpindah tempat terlebih dahulu serta berusaha menjadi netral bahkan bersih. Atau aku berubah haluan dari yang aku katakan sampai aku melakukan apa yang aku katakan. Yaps, menjadi kecil yang tak sesuai umur itu memang sangat lucu. Dan seperti menelan ludah sendiri itu pun terbayang menjijikkan.
Dan biarlan kali ini aku berlaku tidak seperti umurku. Biar saja aku menelan ludah yang (belum) sempat aku keluarkan jadi ya gapapa. Karena memang menjadi bahagia bak anak kecil itu sangat membahagiakan, karena bahagianya anak kecil itu sangat tulus tanpa ada kebohongan. Karena tertawanya anak kecil itu semanis madu rasa asli bukan buatan. Karena tangisannya anak kecil seperti goresan luka yang sangat perih dan menyayat hati pendengarnya. Karena muntabnya mereka seperti mendung yang membawa hujan bahkan badai petir pun kilat. Karena permintaannya seperti keinginan yang sungguh dan bukan main-main. Karena karena karena ...
Dan dewasa akan datang pada waktunya (entah kapan),
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih