Senin, 17 Juli 2023

 apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain

yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas kemalangan hidupnya

sudah tidak baik ucapan tidak baik pula tindakan

lantas masa depan seperti apa yang dinantikan

sudah benar dari awal bahwa diam adalah hal yang mutlak benar

menerima dan menjalani apa saja tanpa harus mencoba menginginkan atau mencapai sesuatu


ucapnya aku terlalu lemah dalam menjalani kehidupan ini

tanpa tahu apa yang sudah dilalui

bukan haus apresiasi

hanya saja rasa empati

tapi untuk apa empati bagi orang yang tidak tahu diri

yang buruk seperti yang kuucap tadi


semuanya sudah hancur

berantakan

tidak ada jalan untuk kembali

tidak juga sanggup untuk diperbaiki

sekarang perkuat diri

untuk menjalani kembali sendiri


Minggu, 26 Maret 2023

perjalanan nekat pertama

siapa yang sangka kegilaan saya sampai seperti ini.

memutuskan ke luar kota sendiri naik motor dengan jarak tempuh 5 jam setengah (via google maps).

niat dan berdoa supaya tidak terjadi apa-apa, akhirnya berangkat dengan persiapan yang seadanya.


tiba di peristirahatan/ pemberhentian pertama. berangkat sekitar pukul 08.30 dan berhenti sekitar jam 11.30, sempet berhenti buat isi bensin sebelumnya. sempet frustasi karena kebingungan keluar dari karawang buat lanjut ke jalan pantura. duduk main hp di depan alfamart ini sambil ngabarin temen di tempat tujuan. ini panas sekali btw, dan baru ngrasain jalan kec 80km/jam itu berasa pelan sekali karena kondisi jalan yang alhamdulillah lengang.

di jalan ini saya pakai feeling aja liat papan petunjuk jalan. lanjut setelah duduk 30 menit, ga minum karena tepat banget puasa ramadhan pertama. jalanan lancar sampai akhirnya memutuskan berhenti di alfamart lagi setelah isi bensin yang kedua. kali ini mutusin buat beli minum karena panas banget waktu itu dan kepala udah kerasa aneh, daripada terjadi apa-apa akhirnya minum larutan. duduk cukup lama kali ini sekitar satu jaman karena pas cek maps ternyata tinggal satu jaman lagi sampai sementara temen masih lama jam pulangnya. sempet kepikiran buat mampir dulu ke kota orang, tapi mengurungkan niat karena baterai udah hampir low (ini start dari kontrakan baterai dicas cuma sampai 56%-an).
perjalanan panjang hari itu ditutup saat bertemu dengan teman dan akhirnya istirahat untuk perjalanan selanjutnya.


hari pertama (rencananya) dan jadi satu-satunya hari jalan-jalan disana. cukup nekad dan masih ga ngrasain kalau yg dilakuin itu gila. start jam 8 berangkat dari tempat temen. sampai di lokasi sekitar setelah menempuh perjalanan sejam setengah (jalan santai). sampai di lokasi adem banget, tapi tetep jatuhnya bingung karena gaada tujuan yg pasti. berhenti juga milih-milih karena orang banyak yg liatin (berasa siapa si orang asing ini). ini foto dari pinggir jalan. adem lho gaes ini.


ini kocak si, setelah muter-muter di desa orang ga jelas sampai ditegor karena terlihat begitu asing akhirnya memutuskan untuk ke tempat wisata dekat situ. dan ini hasilnya. kosong, gaada pengunjung sama sekali. bahkan mau mampir ke wahana aja takut. alhasil berhenti dan foto aja. 


salah satu foto di desa orang sana, ini pasar tapi udah kelewatan di belakang. depan ini bagus sebenernya ya maklum hp biasa jadi begini hasilnya.


foto di perjalanan, baru mulai naik udah disuguhin begini. berhenti liat-liat kondisi jalan yg ternyata masih jalan utama jadi rame orang lewat. pantesan diliatin bae.



sekian si perjalanan gila dan nekatku. ga pernah terduga-duga. dan ini perlu waktu 3 hari (satu hari perjalanan berangkat, satu hari jalan-jalan, satu harinya lagi perjalanan pulang).

dan perjalanan panjangnya itu ternyata tidak semengerikan dan sejauh yg dibayangkan, perjalanan pulang ditempuh dari jam 07.00 sampai jam 12.30 (kecepatan disini pelan gaes rata-rata 70km/jam, ga kaya pas berangkat rata-rata 80km/jam)

Senin, 10 Oktober 2022

sebenarnya ini apa?
apa yang sedang terjadi?

dia berhasil dalam hidupnya, dan aku akhirnya gagal.

dulu pernah aku bilang lima tahun nunggu? apakah sebentar lagi terjadi?

harapanku apa?
memang salah kalau aku ingin bertemu orang yang bisa aku jadikan rumah.
yang bisa melindungiku, membuatku tenang baik saat didalamnya atau saat di luar.
bisa jadi tempat istirahat.

tapi apa yang terjadi sekarang?
aku seperti kembali ke lingkungan asalku. tempat dimana aku seperti tidak ada, iya ada tapi tak ada.
tak pernah ditanya apakah kamu baik saja?
tak bisa mengeluh, karena apa? dan lagi aku tak penting (tak begitu penting) untuk didengar.

aku kembali jadi orang yang hanya bisa diam.
sedih? sudah tak usah ditanya lagi.

akhirnya aku kembali terpuruk.

Minggu, 09 Oktober 2022

 selalu dibentak, selalu dianggap tak penting, dan selalu tak didengar.


ternyata aku menjadi seseorang yang sama sekali tak aku suka, tak aku ingini. padahal dari awal aku bicara tak mau menjadi seperti ini. akhirnya aku seperti ini sekarang.


tak jadi prioritas, dan tak begitu penting. dicari dan diperlakukan baik saat ada yang diingini.


air mata pun sampai tak bisa lagi menetes, hati sudah terbiasa sakit pada akhirnya diam jadi pilihan yang harus dipilih. mau tak mau. kondisi melemahkanku atau aku yang pada akhirnya melemah.


benci dengan diri sendiri.

menjadi tak berdaya, menjadi sedih sudah tak bisa.


"ga penting!" dan lalu ditutup telfonnya.

(telfon berdering), lalu aku angkat "ya, hallo", kemudian ditutup

20 panggilan keluar, tak ada satupun yang diangkat

dan beribu kali aku chat, jawabnya tak ada yang relate


biarkan aku melakukan hal yang membuat aku tenang, dan itu dengan tidak menemuiku.


yang terpenting baginya aku sudah mengajakmu jalan-jalan, mengajakmu makan di luar.


selebihnya sudah cukup.

Senin, 21 Maret 2022

 dunia semakin mengecilkanku,


terutama dia, 

dan setiap kali saya melihat ke dua bola mata orang-orang aku semakin merasa tidak bernilai.

Rabu, 16 Maret 2022

 malam ini aku menangis hebat,

yang aku rasakan adalah aku benar-benar hancur

aku benar-benar menyadari bahwa aku sungguh tidak ada harapan

menyadari bahwa posisiku salah


aku membayangkan dan menyadari bahwa tidak ada orang yang membelaku, berdiri disampingku dan mengatakan kamu tidak bersalah, kamu hebat, kamu kuat, dan kamu akan bahagia hanya saja sekarang kamu sedang sulit, kamu sedang menangis, dan kamu sedang terpuruk. tidak apa-apa, karena kamu akan melewatinya bersamaku. semua ini kita putuskan bersama, maka kita hadapi bersama.


tapi tidak, aku hanya dapat bayangan bahwa apapun yang terjadi keadaan yang sulit yang akan aku dapatkan.

ada hal yang membuatku menangis sebegitu hebatnya semalam.

pertama, perasaan bahwa aku benar-benar akan sendiri jika semua tahu salahku. bahkan diapun akan berlari tanpa membelaku. dan aku akan berakhir sendiri. entah apa yang akan terjadi pada hidupku jika seperti itu.

kedua, menyadari bahwa ternyata hidupku begitu lucu di pandangan orang. saat aku benar-benar kewalahan menanggung ini semua dengan mudah orang yang mendengarkan ceritaku tertawa dan berkata mengapa masih bertahan dan tertawa? apakah lucu yang aku rasakan dan aku alami. bahkan mereka tidak tahu apa yang terjadi, mengapa dengan mudahnya mereka berkomentar seperti itu. ini mengapa aku lebih mau memendam semua sendiri. ternyata memang keputusan agar aku tidak mencoba untuk dipahami itu benar, menghindari hal seperti ini.

ketiga, dan aku benar-benar bukan apa-apa baginya. semakin aku menyadari bahwa hidupku dan hidupknya semakin menjauh dan lepas masing-masing.

keempat, aku semakin terpuruk dengan segalanya. perasaan dan pikiran buruku semakin menjadi dan menarikku semakin dalam ke lubang hitam bayangan ketidakbahagiaan. persetan dengan dia yang sama sekali tidak mengetahui apa yang sudah aku alami, ditambahnya dengan kejadian ini. oh tidaak, aku benar-benar lemah kepercayaan bahwa aku bisa melewati ini.

kelima, aku benar-benar kehilangan keinginanku untuk bahagia. segala hal yang pernah aku impikan bagiku sekarang adalah sebuah hal yang mustahil untuk aku dapatkan.

Rabu, 09 Maret 2022

 sudah  lima hari semenjak aku bertemu lagi dengannya. setelah sembilan hari saya ditinggal dan tidak ada komunikasi.

aku memilih diam dan melakukan apa yang dia mau.

hati rasa berat, tersenyum atau tertawapun saya merasa sulit untuknya.

karena untuk kesekian kali saya dibuat kecewa olehnya.


aku benar-benar merasa tak lebih dari setitik apapun itu yang benar-benar tidak berharga. aku dibuatnya sadar bahwa tidak ada kata sayang darinya. dan benar hanya karena sesuatu yang tak pantas disebutkan.

aku menjadi benar-benar jengah dengan apa yang terjadi.

aku sudah benar-benar merasa tidak ada lagi harapan yang bisa saya buat.



 apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas ke...