Minggu, 24 November 2013

lagi

saturday night,
mereka tertawa, bahkan berteriak
sedang aku terdiam, sebatas menatap
tak ada satu pun kata keluar
begitupun senyum yang disunggingkan

bingung...
mengapa begini, apa yang terjadi
aku baik-baik saja, keningku bersuhu normal
badanku pun sehat, tak ada luka maupun memar di tubuh ini
aku berpikir, terus mencoba mencari jawaban
akhirnya aku melangkah menjauh
lambat-lambat aku merasa jiwaku tumbuh
kakiku bergetar seperti baru bisa berjalan
aku bisa merasakan desir angin dan nyanyian alam
aku tersenyum, ku tatap sekitarku
tak ada orang, mereka semua hanyut dalam keramaian jauh disana

sejenak terpikir,
dan lalu aku mendengar bisikkan dari dalam hati
dia bersorak dan menjelaskan semua
semuanya secara runtut
dari a hingga z, dari 1 sampai 100
aku tahu jawabanya, aku mengerti dan aku menyetujuinya

aku baru sadar
jiwaku tak bersamaku tadi,
jiwa melayang membawa semua rasa
tapai ia kembali lagi saat aku dalam sendiri,
aku mulai menyadari apa yang diinginkanya
aku mulai memahami sifat-sifatnya

kegalauan

di sini tidak ada yang penting, hanya saja kenyataan yang lucu jika diulang-ulang terus dalam pikir. untuk seumuranku hal ini sangat menjijikkan, anehnya masih saja aku lakukan. sampai akhirnya aku tahu bahwa apa yang aku kerjakan begitu menyeramkan.
rasanya itu seperti campuran dari rasa sedih, marah, kesal, bingung, takut, dan komposisi terbanyak ialah rindu. apa? rindu, aku nyengir sendiri karena akhirnya aku menyipulkan dengan kata rindu. aku malu, tapi memang itu nyatanya. aku rindu padanya, aku merasa marah saat itu karena menahan rindu begitu lama. dan pada akhirnya aku mengakhiri dengan penyesala. karena memang aku yang kalah dalam permainan itu, tapi kenyataan yang begitu mengejutkan datang. dia mengatakan alasan meski secara tersirat dan tanpa aku memintanya. aku kaget, terhenyak memaca pesan darinya, oh tidak aku telah melakukan kesalahan besar.
begitu mungkin singkatnya,
(3-18 November 2013)

 apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas ke...