Saat tiba-tiba kau terbangun dari segala kebenaran yang selama ini tertimbun
Muncul dan menyeruak mengagetkan dirimu
Apa yang akan kamu lakukan jika sekarang sudah kau temukan sebuah faktanya
Hanya yang beribu dan berbuyut hingga keturunan jauh pun dekat mendapat 99 dari 100
Sedangkan kau sebatang kara, 0,0000000001 bagian dari yang tersisa
Kau tersaring dari yang sudah disaring
Justru mereka lolos bagai tol
Kau terhambat dari beribu-ibu ujian hingga bernenek-kakek tahapan
Sadarkah kini, idealisme kepercayaan masa kecil yang dibangun oleh cita-cita yang suci sungguh menempuh kesulitan persis sebagai cobaan menuju sukses
Tapi kebenaran ini sungguh memilukan
Menyayat
Dan merampas jiwa seketika
Saat ini semua berlangsung, dan akan terus berlangsung sampai kapanpun tak terhenti
Maka yang bukit akan terus menjadi bukit bahkan menggunung
Tapi yang lembah semakin mendalam menjadi danau
Dan hal yang sama tak dapat berubah dengan mudah karena seperti kanker yang terus menyebar
Dimana peribahasa yang kita pelajari berlaku "kacang lupa kulitnya"
Itulah yang menjadi dasar mereka hingga beranak pinak pemikiran kotor dan pengecut
Sedang kita anak cucu alam dengan segala yang dipunya terkekeh mencari kesana kemari melihat menengok mengintip dengan penuh keputus asaan
Dimana keadilan, kesetaraan, dan dimana kejelasan dari dunia ini
Bukankah hidup itu adil?
Kau dan aku sama mengembang pendidikan,
Pun memakan hal yang sama
Tapi sungguh darah kita berbeda alirannya
Dan ribuan kata seolah tak henti ingin keluar dari otakku untuk ini
Dunia Kejam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih