Orang yang kuat bagiku adalah orang yang tidak menunjukkan rasa lelah dan sedihnya kepada banyak orang. Dia sibuk menunjukkan rasa bahagianya dibalik susah, sedih, lelah, kecewa, bahkan ragunya. Keresahannya adalah jika kepura-puraannya terdeteksi. Dan kegagalannya adalah ketika dia tak sanggup mencari jawaban untuk menyangkal tuduhan orang yang benar. Kecerdasannya adalah mencari ide dan topik baru yang membengkokkan topik tentang dirinya. Momen riskannya saat dia menjadi topik dalam kelompoknya tentang kondisinya. Dan bahagianya saat tentangnya yang entah hanya sebagai bahan bercandaan atau makian dan juga tawaan membuat kelompoknya bahagia, tertawa, sampai menggeleng-geleng. Keberhasilannya saat kalimat yang bahkan dirasa menjatuhkannya dan merobek jati dirinya dan pengakuan yang sebenarnya menyakitkan membuat orang dikelompoknya tertawa. Dan semua itu bukan drama. Semua itu dirasakannya sebagai persembahan bagi orang yang berada disekelilingnya. Dan memang seperti itu dia belajar selama ini dari ke dua orang tuanya (orang tua yang terlihat tegar dan bahagia di depan anak-anaknya). Ia menjadi dirinya sendiri dan akan membuat dirinya sendiri tertawa meskipun dengan hal kecil yang dilihat orang sangat menyedihkan. Setiap momen menjadi kawan baiknya. Bahkan sebuah kata akan menjadi perbincangan asyik diotaknya. Sakit pun dirasa menjadi kawannya yg dekat dan sampai2 rasa rindu padanya sangat mendalam jika lama tak kunjung datang. Orang-orang di sekitarnya yang bisa membuatnya berubah adalah orang luar biasa. Orang-orang yang bisa membuat rasa sedihnya timbul. Orang-orang yang membuat rasa kecewanya menjelma sebagai sebuah curhatan, atau orang-orang yang membuat lelahnya terpancar hingga ia ingin orang-orang itu sekadar menemani atau bersenda gurau dengannya. Tapi kini tinggal balas yang ia dapat, saat ia menginginkan kelompoknya menjadi tempat kedua untuk pulang setelah pikirannya sendiri tapi kelompoknya seolah seperti rumah kosong. Ditiliknya satu per satu anggota dari kelompoknya, orang satu yang selalu terkesan dekat tapi tidak terlalu dekat, orang dua yang dekat dan tidak terlalu dekat pula, begitu pula dengan orang-orang selanjutnya sampai kira-kira ada 6 orang dalam ruangan itu. Eh salah mungkin saja ada 5, aku tak terlalu paham atau pikiranku yang tak mau mengingatnya jelas karena takut meninggalkan petunjuk bagi pembaca yang bersangkutan. Diantara orang-orang dikelompoknya sungguh kekecewaan yang ia dapat menambah kebingungan dan keresahan yang sulit untuk ditampakannya selama ini. Namun ada satu orang yang tak digadang2 mengambil peran meringankan dia dan keresahanya, bukan orang yang lain itu. Dan benar lagi hipotesisnya semakin terbukti saat hari menjelang malam dan saat kelompok itu berpisah kembali ke rutinitasnya masing-masing. Dia dan pikirannya kini sudah menyatu dengan keresahan dan akhirnya menutup lagi kemauan untuk menampakkan kepada orang-orang bahkan kelompok yang sudah dipercayainya itu. Malang dia, dan bodoh dia. Seharusnya dia menarik simpulan lagi hanya pada orang yang bernomor bukan pada semuanya. Dan benar jadinya karena orang yang merasa terbantu saat ia benar-benar menginginkan bantuan saat dia benar-benar membutuhkan dan itu saatnya. Dan lagi orang akan menghilang seperti embun hilang saat matahari datang. Embun begitu indah bagi orang dan begitu menyusahkan pula bagi orang yang lain yang sedang menikmati hangatnya tidur dan alam mimpi karena dia membawa hawa dingin yang menusuk. Dan lagi, segalanya terbuka saat dia membuka ruang diskusi dengan otak, hati dan juga kenangannya. Dia meneliti dengan teliti dan hikmat. Dan lagi-lagi dia menjadi pion yang menembak mati emosi dan membuat emosinya menyesali apa yg telah dia perbuat. Dia inginkan hidup yg nyaman dan maka dari itu diskusi ditutup dengan tegas oleh sang logika kepada semua yang bersangkutan agar menahan ambisi masing-masing. Sang emosi agar tidak terlalu membebani dengan emosinya yang menjadikan raga sang majikan menjadi korban apabila sedang memberontak, pikiran dirasa jangan terlalu banyak memunculkan dua pilihan jika ini dan jika itu. Dan lagi sang logika berkata bahwa sudah banyak hipotesis yang selama ini dibuat dan terbukti maka dari itu mari kita lanjutkan kerjasama kita seperti sebelumnya dengan meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Karena yang terbaik adalah saat kita memahami diri kita sendiri, dan orang yang paling sanggup untuk disandari adalah diri kita sendiri.
Lantas, dia terperanjak kaget sepulang dari diskusi yang sengit itu. Dalam dirinya seolah perdebatan menjadi sangat nyata dan tak terelakkan dengan saling serbu dan serang. Namun, dia bahagia.
Dia tak sabar bertemu dengan orang-orang dikelompoknya dan menyambut mereka dengan tawa. Meskipun terkadang cerita dan kesedihannya muncul bak titik dalam sebotol tinta atau apalah itu. Dan kemudian dia merasa ada satu yang bekhianat atas hasil diskusi yang baru saja dihadirinya. Kini ia sangat ingin mengumpat dan mengeluarkan kata kata pedas untuk orang itu. Dan dia menahannya sejadi-jadinya karena dia tidak mau menjadi korbannya lagi yang membuatnya menjadi sorotan dan pertanyaan yang selama ini membuatnya tak nyaman, yaitu "kenapa?" Dan "ada apa?"
sebuah rahasia bukanlah seuntai kata yang tersimpan dalam diri maupun hati. akan tetapi rahasia ialah segala yang tersembunyi dibalik layar kehidupan ini.........
Sabtu, 04 Maret 2017
Kuat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas ke...
-
ku harap Tuhan mengijinkan apa yang sudah kita janjikan semoga Ia pun memberikan apa yang kita harapkan aku akan mencoba menepatinya 2...
-
saat aku memandangmu aku sedih, karena aku berbeda kau dan aku sangat berbeda pernah berharap kau berjalan di sampingku bersama dalam s...
-
j****i and jaz and Zuliest suatu hal yang sangat fenomenal, bombastis, fantastis, dan sangat manis #asikkkk.................... yang se...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih