Sabtu, 27 Januari 2018

Tanda Tanya

Pada siapa dia bertanya tentang kenangan indah yang ingin selalu dia ingat? Mengapa dia sama sekali tidak mengingatnya?

Nasehat

Dan kepada orang yang paling berharga di dunia, jangan sedikitpun menggunakan fisik kalian dalam membesarkan putra/putri kalian jika sangat tidak terpaksa. Kalian adalah segalanya bagi mereka, kalian adalah malaikat pelindung bagi mereka.

Dan jika itu terjadi, maka buruklah yang terjadi berikutnya. Karena kenangan untuk mereka sangat menyiksa bahkan meski sudah dibawa untuk waktu yang lama sekali. Sekali kenangan itu muncul sungguh menyakitkan rasanya. Sesak dan tak berdaya.

Itu nasehatku untukmu, (diriku di masa depan)

Andai

Andai saja dulu aku bisa mengatakannya dengan lantang, atau andai saja aku bertemu dengan seseorang yg bisa membawaku pergi jauh. Mungkin aku tidak seperti saat ini, menyesal dan menyesali.
Andai saja aku dulu lebih tegas, mengatakan sakit dan berteriak. Mungkin akhirnya tidak seperti ini, lemah dan ingin berontak tapi tak berdaya. Mencoba kuat tapi sungguhnya rapuh. Andai dulu aku berani mengambil keputusan untuk berontak, pasti tidak seperti sekarang tidak merasa luas dan selalu mencari hal yang tak pasti. Andai dulu aku benar-benar mengatakan sakit dan ingin berhenti, maka semua pasti jelas tidak seperti sekarang justru semakin sakit. Karena andai itu terlambat datang.
Dan hanya ada satu andai yg masih bisa diraih, andai hidup seperti di tengah lautan pasti akan damai dan tenang. Jauh dari kata-kata manusia.

Kalian tahu mengapa seseorang ingin kabur?
Bukan karena seseorang itu melihat hal yg indah disana, melainkan seseorang itu menginginkan kenangan barunya menghilangkan kenangan lamanya.

 apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas ke...