Senin, 23 Mei 2016

Buyar

Kapan ya, bahkan aku sudah lupa dengan itu semua. Namun tak kupingkiri memang karena aku yg melakukannya. Semua tulisan yg sudah aku tulis ya memang seperti itu. Apalah daya, menyangkalpun tak ada gunanya. Hanya saja asumsi orang perorang berbeda. Simpulang orang berbeda-beda, dan pandangan orang berbeda-beda. Aku dan dia juga berbeda, terlepas memang aku perempuan dan dia laki-laki. Hanya saja yg membuatku tak nyaman adalah kenyataan bahwa dia mengetahui semua yg sudah ku tulis. Tak enak rasanya, sepeeri dia memiliki sebuah puzle yg ku punya sehingga puzleku tak lengkap lagi sekarang.
Selain itu, aku tak suka karena semuanya buyar. Lebih baik ku keep sendiri bahkan sampai aku lupa sendiri. Tidaaak, buyar sudah semua. Buyar sudaaah. Lantas bagaimana ini, aku hanya berfikir jika semuanya sudah buyar. Terlepas dari apa yang dia pikirkan hanya saja pikiranku jadi buyar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih

 apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas ke...