Hai guys, selamat siang. Sedikit bocoran saja ya saat aku menulis tulisan ini saya sedang berada di kelas pembiayaan. Maka dari itu judul tulisan ini adalah pembiayaan. Waah, berat bukan? Tapi tenang saja guys karena disini aku ga akan ngadain perkuliahan kok. Jangankan mau ngasih perkuliahan, tahu judul materinya aja sudah syukur alhamdulillah.
Siang ini aku mau sedikit cerita seputar kehidupan mahasiswa yang berada di kelas pembiayaan. Dan dalam kasus ini saya akan menceritakan lewat jalur snmptn atau tanpa tes. Eh apaan daaah, sorry. Kembali ke intinya ya,
Di kelas yang sedang saya ikuti terdapat berbagai macam tipe mahasiswa saat mendengarkan dosen.
Yang pertama, barisan bangku depan. Mengapa saya menyebutkan barisan bangku? Karena memang adanya hanya barisan bangku saja di paling depan. Ada si beberapa mahasiswa yang menetap disana namun bisa dihitung dengan up*l. Tahulah artinya...
Yang kedua, barisan setengah aman. Mengapa? Karena yang ada di barisan ini adalah anak2 kalangan moderate yang niat mendengarkannya sekitar 75% dan sisanya adalah niat nyari aman dan biar disangka rajin sama dosen.
Yang ke tiga dan empat, barisan aman. Karena barisan ini paling aman terhindar dari dosen yg tiba2 menunjuk mahasiswa. Aman untuk main hape, aman buat tidur, juga aman buat ngrumpiii
Barisan ke lima dan enam, barisan paling kristis dan paling demen rame. Kritisnya bukan masalah materi kuliah tapi masalah tetangga. Ehhh? Barisan ini diisi barisan tetap, artinya kebanyakan orang yg ada di barisan ini ya orang itu-itu aja. Dominan cowok dan sarang buat mencari mimpi indah karena jauh dari jangkauan dosen. Tapi kalau lagi sial, barisan ini adalah barisan paling membahayakan. Karena bisa saja dosen menunjuk dan memberikan pertanyaan ke barisan ini. Atau bisa jadi barisan ini menjadi tersangka kemarahan dosen. Juga menjadi kelompok transmigran dadakan kalo dosen yg protektif dan ga mau barisan pertama kosong.
Tapi secara keseluruhan sebenernya sama saja, mau di barisan manapun kebiasaan umum yang ada yaitu mahasiswa memiliki topik sendiri untuk dibahas, atau melepas lelah dengan mampir di dunia mimpi, atau berdiam dan berselancar dengan ilusi, fatamorgana, atau imaji tersendiri, atau bahkan seperti aku saat ini berkecoh yang entah apa artinya, tapi jangan salah juga di antara semua itu masih ada kok segelintir mahasiswa yg setia mendengarkan dosen tercintah di depan (entah ngeh apa ngga ga tahu siii). But its okkay guys, apapun aktivitasnya balik lagi karena hidup banyak rasa. Dan kita bisa ngelakuin apa aja asal dosen ga marah... hehew
Catetan aja si, buat kalian mahasiswa ga usah sok ga setuju atau ga jsah sok setuju sama tulisan ini. Karena ini true story kok...
Okkay guys, segitu dulu perjumpaan kita siang ini. Semoga kita bisa segera berjumpa lagi ya dengan cerita-cerita lain. Harapannya ga muluk2 semoga tulisan ini bisa menghapus kesepian kalian terutama yg jomblo. Ehhh...
Engga, engga. Harapannya sederhana semoga bisa jadi selingan buat kalian yang lagi browsing bahan skripsi. Aduuh salah sebut, ngomong kotor...
Udahlah apa aja dah asal tulisan ini tidak membawa kalian ke dalam tindakan yg tercela. Nah loh, apa lagiiii yang disebut
Wes wes wes, kalo diterusin ga akan ada habisnya. Sekian guys, bye...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih