Kawan, mungkin dia memang labil. Sesaat dia menjadi ramai sesaat dia menjadi diam dan bahkan sesaat menjadi acuh tak acuh. Dia sendiri bingung apa yang terjadi. Hanya saja terlihat sepertinya banyak keraguan di matanya. Banyak pertanyaan saat dia menatap segala sesuatu yang ada di depannya. Saat dia memutuskan untuk mengenggam dan melangkah satu langkah ke depan namun dia kembali ragu di langkah kedua.
Seperti itu selama ini, bahkan dia sangat bingung dengan apa yang terjadi dengannya. Ketika dia berangkat dengan penuh senyum akan tetapi tak jarang kembali dengan perasaan tak menentu. Setiap diam dia berpikir, memutar apa yg telah terjadi dan apa yang dia lakukan. Setiap yang dia temui seolah menjadi sebuah makhluk yang sulit untuk dijelaskan. Hal yang diinginkan hanya satu terus dan terus melangkah hingga berlalu semuanya.
Tiba saatnya ada sesuatu yang mendekat kepadanya. Meskipun di kepalanya banyak tanda tanya dan pikirannya dipaksa berputar jauh lebih kencang dari sebelumnya, karena dia orang yang tak sulit berkata maka dia hanya diam dan berjalan bersamaan dengan sesuatu itu. Bahkan setelah sekian lama, bahkan setelah dia mencoba untuk melangkah sedikit lebih ke depan dari sebelumnya dia tetap masih penuh dengan keraguan. Begitu hingga waktu yang cukup lama,
Dan saat dia percaya dan mengakui bahwa sesuatu itu bisa diakui sebagai hal yang lebih jelas keberadaannya dan dia sampai tak ada pemikiran lagi tentang apa itu bingung semuanya mendadak berubah. Yang telah dia sandarkan ke dinding kokoh tiba-tiba saja dia menyadari bahwa selama ini asumsinya dulu masih berlaku dan itu juga terhadapnya. Asumsi yang sudah dia hapuskan dan sudah dianggap tidak ada ternyata masih berlaku. Asumsi bahwa dinding kokoh ternyata hanya tumpukan kardus kosong yang di cat putih itu terbukti dan parahnya itu padanya. Asumsinya diambil selama perjalanan sesuatu yang mendekat itu menjadi sesuatu yang jelas keberadaannya. Dan bodoh sekali setelah sekian lama ini dia hidup tak dapat mengenali kasus seperti ini, kasus yang membuat dia hancur sendiri. Bodohnya lagi memang dia siapa membuat pengecualian terhadap asumsi tadi. Bahkan hal yang harus diterapkan adalah semuanya sama.
Sekarang yang tersisa hanya luka lecet dan lebam yang entah kapan bisa hilang. Luka yang didapat dari melanggar asumsi yang terbukti jelas kebenarannya. Roboh sudah dinding itu, iyalah hanya tumpukan kardus ini. Sekarang dia kembali dalam kebingungan da keraguannya yang lalu, lantas memuncaklah sudah keinginannya untuk mengatasi hidupnya sendirian. Hanya saja terkadang sulit memang untuk hidup sendiri, tapi mana ada hal yang salah dan tak mungkin dilakukan.
Kepada semuanya terutama sesuatu-sesuatu yang ada di sekitarnya bahkan jika ada yang mendekat padanya entah apalagi keputusan yang akan dia ambil.
Yang terjelas untuk sesuatu yang sudah menjadi sesuatu yang jelas keberadaannya dan sekarang telah berubah menjadi sesuatu lagi dia agaknya membatasi diri. Bahkan kepada semuanya,
"Jika memang dia lelah sudah biarkan saja, jika berkenan perhatikan saja. Jika tidak maka diamlah. Biarkan dia memilih apa yang akan dia pilih. Jangan menekannya, biarkan saja jika dia ingin menepi. Memungkinkan dia ingin berhenti sejenak untuk berfikir ulang apa yang telah terjadi dan telah dia lalui. Atau bahkan ingin mencari jalan lain atau berbalik arah. Biarkan saja. Dia akan kembali jika memang perlu, dan jika dia sudah kembali maka jangan pernah menampik cepat-cepat atau bahlan tanpa tanda. Lebih baik berikan sinyal atau semacam kode atau tanda silang yang berarti tak dapat menerimanya kembali. Yang terpenting, jangan menekannya. Jangan memaksa, dia memiliki perhitungan sendiri meskipun saat ini perhitungannya sangat detail dan rumit. Lagi-lagi dia seperti ini bukan karena dianya akan tetapi sesuatu-sesuatu tadi yang membentuknya menjadi seperti ini"
sebuah rahasia bukanlah seuntai kata yang tersimpan dalam diri maupun hati. akan tetapi rahasia ialah segala yang tersembunyi dibalik layar kehidupan ini.........
Senin, 06 Juni 2016
Berubah-ubah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas ke...
-
ku harap Tuhan mengijinkan apa yang sudah kita janjikan semoga Ia pun memberikan apa yang kita harapkan aku akan mencoba menepatinya 2...
-
saat aku memandangmu aku sedih, karena aku berbeda kau dan aku sangat berbeda pernah berharap kau berjalan di sampingku bersama dalam s...
-
j****i and jaz and Zuliest suatu hal yang sangat fenomenal, bombastis, fantastis, dan sangat manis #asikkkk.................... yang se...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih