Senin, 27 Juni 2016

Terminal

Berjejer-jejer angkot dan bis antar kota di tempat ini. Hingga senja berubah menjadi gelap bahkan keramaianpun tak lekang dari tempat ini. Siang dan malam bagai membalik halaman buku dengan isi ceritanya yang selalu berganti. Alur yang ini bersambung dengan yang itu, dengan gaya khas yang menawan penuh dengan kemisteriusan yang tak dapan ditebaknoleh siapapun. Bahkan sekecil apapun debu yang ada di tempat itu memiliki oeran dan ceritanya masing-masing.
Malam ini, untuk sekian kalinya aku berdiri di tempat ini lagi. Melihat hiruk pikuk yang jauh berbeda dengan keramaian yang biasanya aku temui. Hiruk pikuk orang pulang pergi bekerja, hiruk pikuk orang mencari nafkah. Peluh mereka sampai tak terlihat sekalipun kondisi di tempat ini sangat panas karena polusi dari pabrik-pabrik yang ada. Aku yang termenung melihat dengan decak kagum kepada Sang Kuasa yang dengan detailnya menggerakkan semua yang ada di depan mataku. Sangat sinergi dan kompleks. Sembari menanti saudara menjemput ku putar ulang ke belakang dan mengingat apa yang telah terjadi. Dari desa kecil, bukan maksudnya mulai dari rumah di tengah-tengah jauh dari keramaian dari keluarga kecil dan dari sebuah kenekatan yang menantang ke-mainstream-an keluarga aku berangkat ke kota hujan untuk kuliah. Disini pertama kali aku memijakkan kaki sebelum akhirnya berlabuh ke bogor. Sendiri benar-benar sendiri aku berangkat dari desa asalku. Perjalanan pertamaku yang jauh, pertama kaliku waktu itu. Sampai disini, di tempat ini aku mengingat betapa berbedanya duniaku selama ini. Hiruk pikuknya menantang siapapun untuk terus bertahan hidup dan mencoba untuk survive di kehidupan yang keras. Tak lama aku disini selanjutnya ku temukan cerita yang lain di kota hujan, kota naunganku yang aku tinggali cukup lama. Dan tempat ini akan ku singgahi sesekali sampai suatu saat yang tak diprediksi. Dan ceritaku akan berlanjut di kota bogor sana. Sampai jumpa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih

 apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas ke...