Jumat, 21 Desember 2018

Seberapa?

Untukku, yang sedang berada dalam perjalanan yang merumitkan.

Jika sebelumnya tidak aku rasakan seperti yang sudah aku rasakan. Kemungkinan yang terlewati tidaklah seperti yang telah aku lewati.

Kenyataannya yang terjadi saat ini adalah kerumitan. Persis seperti yang aku jelaskan di awal. Perjalanan yang merumitkan. Jelas rumitnya ini dariku sendiri. Tapi jika memang sudah aku jelaskan memang hal yang rumit. Sayang aku tidak akan menjelaskannya.

Penting jika menilai diri tentang bagaimana kita dan dmana kita berada. Apakah sebuah kebenaran atau kesalahan, pun sesuai atau ketidaksesuaian. Rasanya seperti menganalisis diri sendiri. Benar, karena kadang kita perlu beradaptasi dan kita pun perlu menilai. Itu menurutku.

Nampaknya aku sedang merasakan hal dimana aku menarik sebuah kasus dimana aku seperti merasakan ada yang salah dengan aku disini saat ini, aku seperti ini. Maka, perlulah aku menganalisis atau menilai sekedar kasusku yang dibawa oleh kebimbangan atau memang terbukti benar kasus yang saya tarik. Jika benar memang kasus tersebut terbukti, maka kasus lain muncul. Mengapa? Mengapa sampai bisa terjadi dan kasus itu terbukti? Apa yang salah? Apa yang sudah terjadi?

Dan apabila kasus it tidaklah terbukti, maka berlebihan pula aku berpikir kasus yang tidak masuk akal itu. Haha,

Melebar sudah pembahasanku kali ini, yang aku maksud bukanlah ke arah kasus yang itu.


Kembali ke topik, seperti yang ada di judul. "Seberapa?"

Dalam posisiku yang merumitkan ini, maka yang perlu dibahas adalah sebuah pertanyaan yang menghubungkan hal yang hampir melebar tadi. Iya, tentang sebuah "seberapa" dan "kasus"

Intinya adalah kasus itu yang disebabkan oleh sebuah kerumitan dan nantinya akan memunculkan pertanyaan "seberapa" itulah hubungannya.

Ku tarik kesimpulan, dari kerumitan yang ada saat ini saat aku merasakan kasus dimana posisiku antara sesuai atau tidak sesuai, katakanlah tidak sesuai yang akhirnya akan menggulirkan sebuah jalan keluar untuk mengakhirinya adalah sebuah tantangan yang harus dilalui. Ialah seberapa besar yang harus aku persiapkan untuk melakukan semuanya. Membereskan kasus yang terjadi, sehingga kerumitan itu teratasi.

Andai ada jawabannya, pasti sudah aku katakan yaitu Sangat Besar.
Tepat seperti pernyataanku sebelumnya

"Jika sebelumnya tidak aku rasakan seperti yang sudah aku rasakan. Kemungkinan yang terlewati tidaklah seperti yang telah aku lewati."

Jika saja sebelumnya aku tidak melewati seperti yang sebelumnya, maka yang aku lewati saat ini bisa jadi tidak seperti yang sudah aku lewati.

Rumit.
Rumit.
Rumit.

Aku (lagi-lagi) harus melewatinya, hal yang pernah aku lewati.
Butuh seberapa besar lagi aku bertahan dan berjuang? Itu yang akan menjadi akhir dari semuanya.
Semuanya tidak akan mudah, tidak akan gampang, dan tidak akan ringan.
Berat.
Penuh keluh.
Penuh kesah.
Penuh dengan kegelisahan.
Sanggupkah aku?

Tolong beri aku jawaban, karena aku telah masuk kedalam lubang yang sama.
Aku tak menyesal, hanya saja aku merasa aku tidak sanggup menjalaninya. Seperti memutar waktu.

Melakukan hal yang sama. Kali ini lebih berat karena ingatannya lebih melekat.
Mengakar.
Sudah dalam.

Kalau boleh bantu aku,
Kalau boleh bantu aku,
Kalau bisa bantu aku,
Kalau bisa bantu aku,
Kalau bisa bantu aku,

Karena,
Berat.

Karena sudah melekat,
Karena sudah melekat,
Karena sudah melekat,

Mengurat,
Seperti Jerat,
Tak bisa lepas,
Sulit,
Susah,


Kalau bisa aku ulang saja. Dari awal tidak,
Dari awal pergi,
Dari awal tidak,
Dari awal pergi,
Dari awal menjauh.

Seperti itu,
Seberapa??

Tulus dan Berat.
Jawabnya.

Dariku,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih

 apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas ke...