Senin, 03 Juli 2017

Yang Ku Pelajari dari Ombak

Seperti ombak yang (seolah) mendekat. Mengejar bak mendekat, tapi belari menjauh lagi. Itulah ombak, selayaknya ombak. Mendekat dan menjauh, bukan mendekatimu pun menjauhimu. Hanya itulah ombak. Kau tak perlu lari, kau tak perlu mengejarnya. Hanya cukup diam pun dengan hatimu. Jangan ada baper dengan ombak.
Dan ombak itu dan engkau itu, tidak ada ada yg berubah tentangmu kepadaku hanya dari sudutku saja yang menyeolahkannya. Itulah kau, selayaknya kau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih

 apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas ke...