Bukan tidak mau menerima kekalahan, hanya saja rasa kecewa yang begitu banyak ada dan selalu muncul. Apalagi jika terngiang ucapan orang yang begitu menyepelekan. Aku tidak begitu bagus, tapi bersama timku aku merasa kuat karena kami bersama-sama. Dan karena mereka pun rasa bahagia itu menjelma menjadi air mata. Bukan sedih, hanya kecewa dengan hasil namun bahagia karena perjuangan bersama. Tidak menyesal, sama sekali tidak karena perjalanan kita sampai disini itu adalah hal yg ter-mengesankan.
Tidak ingin melihat, mendengar, dan mengucap di podium berapa kita berdiri karena bagiku kami tetap juara.
Kembali ke dua bulan lalu, saat aku tidak bisa hadir ke seleksi untuk masuk tim ini dan kemudia si kapten menanyakan padaku setelah latihan sudah dimulai. Aku pikir aku tak bisa lagi bergabung dengan mereka. Dan akhirnya jadilah aku orang baru dalam tim. Dengan segala kesibukan kami, kami berlatih hampir setiap hari. Didikan keras, kritikan keras, dan tak jarang cacian begitu terngiang dalam benakku sampai saat ini. Menjadi yg terburuk itu tak satu dua kali aku dapatkan saat latihan. Power yg kurang, ekspresi datar, bahkan sampai disebut zombie aku dapatkan. Haha, bahkan semua anak dalam tim selalu menyuportku untuk menambah powerku.
Pernah sekali aku telat datang, saat itu aku sedang ada masalah dengan keluargaku. Aku dalam suasana yg tidak baik moodku berantakan dan mata sembab pun masih menempel di muka, aku tiba di tkp latihan dan aku harus bergerak sendirian di depan rekan-rekan tim dan kru tim. Jangankan power, untuk memikirkan bagaimana aku bergerak pun aku kebingungan. Latihan tetap berjalan, pasangan mata menatapku dan darinya aku bisa melihat kekecewaan mereka melihat gerakanku yang sangat kacau bahkan ada pasangan mata yang begitu mendiskriminasiku. Alhasil, kulampiaskan semua dengan segala kutukan, kata2 kasar dalam hati. Dan sepanjang latihan hari itu aku hanya diam dan mengamati satu persatu dari mereka.
Berlanjut ke latihan seminggu sebelum d-day, latihan formasi. Tidak akan dimulai apabila tidak lengkap anggotanya dan benar saja bahkan sampai jam 12 pun tidak akan dimulai sampai benar-benar lengkap. Lantai pun menjadi kasur yang empuk untuk menemani beberapa dari kami sembari menunggu anggota lengkap, tak jarang aku pun begitu. Dan hari-hari menjelang d-day, kebersamaan begitu terasa baik saat kami mencoba kostum baru kami, membuat properti, menonton pertandingan departemen kami, sampai bernyanyi bersama sambil bernostalgia lagu-lagu lama.
Sampai pada saatnya d-day, dan tidak ada kata yang dapat dirangkai untuk mendeskripsikan semuanya.
Bukan menyesal, hanya kecewa, namun bahagia. 😥😥😥😥
sebuah rahasia bukanlah seuntai kata yang tersimpan dalam diri maupun hati. akan tetapi rahasia ialah segala yang tersembunyi dibalik layar kehidupan ini.........
Sabtu, 03 Desember 2016
D-Day
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
apa yang dibanggakan dari orang pesakitan yg selalu mengemis kebahagiaan dari orang lain yang selalu mengkambinghitamkan orang lain atas ke...
-
ku harap Tuhan mengijinkan apa yang sudah kita janjikan semoga Ia pun memberikan apa yang kita harapkan aku akan mencoba menepatinya 2...
-
saat aku memandangmu aku sedih, karena aku berbeda kau dan aku sangat berbeda pernah berharap kau berjalan di sampingku bersama dalam s...
-
j****i and jaz and Zuliest suatu hal yang sangat fenomenal, bombastis, fantastis, dan sangat manis #asikkkk.................... yang se...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih